<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796</id><updated>2011-04-21T21:06:35.000-07:00</updated><title type='text'>Diana's Journal : Simply Me</title><subtitle type='html'>It's my life....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-113134395688255245</id><published>2005-11-06T21:36:00.000-08:00</published><updated>2005-11-06T22:12:36.953-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Lebaran dalam Kesendirian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya lebaran kali ini membuat kesedihan pada diri saya. Setelah mama meninggalkan kami persis di hari lebaran, 4 tahun lalu, orang-orang terdekat pun terasa 'meninggalkan' saya di hari lebaran kemarin. Saya hanya berlebaran bersama ayah, berdua saja! Padahal biasanya, ada dua orang kakak dan para keponakan. Hanya saja, saat ini kita nggak bisa ngumpul bareng on D day..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak pertama sudah mudik ke Palembang, ke rumah orangtua isterinya sejak H-4. Trus, kakak kedua pun sama. Mudik ke Gombong, ke keluarga besar isterinya. Saya? &lt;em&gt;Just stuck in d house&lt;/em&gt;. Sedih? You bet! Walau tidak ada air mata yang mengalir, di dalam, hati saya 'menangis'. Biasanya, saya akan mengalihkan rasa sedih dengan menelepon teman-teman. Tapi entah kenapa, saat itu, saya seperti ingin sendiri. Nggak mau menelepon mereka. Toh, saya juga tahu, mereka pasti sedang sibuk berlebaran dengan keluarganya. Repot, pastinya. Walhasil, saya ngerem saja di kamar ditemani dengan berbagai film, buku dan kaset! Entah apa jadinya kalau tidak ada benda-benda itu. Air mata saya pasti tumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaset Foo Fighter saya pasang dengan volume sedikit kencang untuk mengurangi kerinduan terhadap orang-orang terdekat. Saya coba untuk menelepon teman-teman kembali. Rupanya, salah seorang teman dekat saya saat kuliah, yang beberapa minggu sebelumnya baru melahirkan juga sedang bersedih. Karena ia mengalami perdarahan yang memaksa dirinya untuk masuk ruang operasi dan dikuret! Duh, gusti. Untung saja, kondisinya sudah membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga 'kabur' sesaat ke rumah teman dekat, Uwi yang masih tumbang gara-gara radang tenggorokan. Badannya juga masih demam. Rasa sedih saya sedikit berkurang. Walau, saat kembali ke rumah, rasa sepi menghadang lagi. Hmmpffhh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat makan nasi goreng jamur tadi malam, kesepian saya terobati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-113134395688255245?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/113134395688255245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=113134395688255245&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/113134395688255245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/113134395688255245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/11/lebaran-dalam-kesendirian-sepertinya.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-113134179997321537</id><published>2005-11-06T21:18:00.000-08:00</published><updated>2005-11-06T21:36:40.053-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Everybody Has a Second Chance...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Setiap orang punya kesempatan kedua. Kesalahan yang pernah diperbuat, diakui, untuk kemudian diperbaiki menjadi kesempatan keduanya agar  tidak mengulangi hal yang sama. The maid yang bekerja di rumah saya, mempunyai kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya. Sebagai gambaran saja, sebelumnya,  sikap the maid ini memang agak 'berbeda'. Perilakunya yaa, sedikit aneh deh. Saya sempat dibuat kesal dengan kelakuannya itu. Hingga akhirnya saya minta dia untuk pulang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, dia merasa, kalau saya mengusirnya dengan kasar. Wah, siapa yang tidak tambah kesal. Tapiii dengan kesabaran ekstra tinggi, saya menganggapnya sebagai angin lalu saja. Sempat ia meminta maaf dan tinggal beberapa minggu di rumah, untuk kemudian akhirnya ia benar-benar pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, hal itu tidak berlangsung lama. Karena kemudian, ia menelepon ke rumah untuk meminta kembali bekerja di rumah. Well, saya bilang, "Apa kamu mau berubah?". Dan ngakunya sih, ia mau mendengar segala omongan saya. Ya sudah, saya berkata dalam  hati, "Ini kesempatan kamu yang kedua dan harus dijaga baik-baik." Teman-teman saya banyak melontarkan pernyataan bernada kesal karena kok bisa-bisanya saya menerima kembali the maid yang jelas-jelas pernah menentang saya. Mereka pun menasihati dan mewanti-wanti. Saya katakan, "Ini yang terakhir. Kalau dia aneh-aneh lagi, ya tinggal saya minta untuk pulang saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tanpa perlu saya minta untuk pulang (dengan sedikit perubahan perilaku), ia sudah undur diri. Saya tanya, "Kamu mau balik lagi atau nggak?" Dengan tegas dia bilang, "Nggak!" Ok. Tapi, selang beberapa hari dia menelepon ke rumah dan bilang kalau ia 'dikerjain' teman barunya sehingga gaji yang saya berikan, plus perhiasannya pindah tangan. Saya nggak bisa berkomentar apapun. Lately, dia bertanya lagi, "Boleh nggak saya balik lagi ke rumah mba?" Sekarang, gantian saya yang berkata tegas, "Nggak usah." Period! Sepertinya saya berlaku kejam, tapi saya pikir, dia sudah mendapat kesempatan kedua dan tidak digunakan dengan baik-baik. Jadi, ya sudah. &lt;em&gt;That's my final decision&lt;/em&gt;..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-113134179997321537?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/113134179997321537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=113134179997321537&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/113134179997321537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/113134179997321537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/11/everybody-has-second-chance.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-112252710527333736</id><published>2005-07-27T21:40:00.000-07:00</published><updated>2005-07-27T22:05:05.280-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;For Better or Worst..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan tersebut sering saya dengar manakala ada pasangan yang menikah. "&lt;em&gt;For better or worst, till death do us apart&lt;/em&gt;". Kalimat yang sangat indah didengar. Tapi, kalimat tersebut juga bisa berlaku untuk persahabatan. Kok bisa begitu? Ya bisa aja.. Bagi saya, jalinan persahabatan itu tidak hanya dinikmati saat senang saja. Tapi juga saat sedih, susah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, saya merasakan sendiri bagaimana seorang teman baik yang sedang bersedih membuat saya ikut bersedih. &lt;em&gt;I can't tell what's her problem. Something personal&lt;/em&gt;. Ia menangis, dan saya pun ikut menangis. Karena saya tahu, if Im in her position, saya pasti menangis. Mulanya, ia bercerita dengan biasa saja. Namun, lambat laun, intonasi suaranya agak meninggi sambil dibarengi dengan buliran air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedih karena dia harus melewati masalah tersebut sendirian. Saya juga sedih, karena saya tidak (or at least belum) mempunyai jalan keluar dari masalahnya itu. &lt;em&gt;I can't help her&lt;/em&gt;! Dan itu perasaan yang menyedihkan bagi saya.  &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, walau belum bisa memberi jalan keluar, teman saya terlihat membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari cerita satu teman, saya mendapat cerita teman yang lain dengan masalah yang berbeda. Teman baik ini harus menghadapi proses kemoterapi. Bukan perkara mudah. Karena setidaknya, diperlukan persiapan mental yang baik. Dan lagi-lagi, saya tidak bisa berbuat banyak. Di saat itu, saya hanya mampu menemaninya makan siang. Untuk mengalihkan pembicaraan seputar proses kemo di keesokan harinya, saya lantas bercerita tentang gebetan saja. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada juga cerita seorang teman yang sedang punya masalah dengan pasangannya, &lt;em&gt;either &lt;/em&gt;pacar maupun suaminya. Wah, pokoknya, minggu kemarin, hari-hari saya diisi dengan curhat-an mereka. Kata teman saya, "Kamu seperti biro konsultasi deh. Psikolog keliling." Sambil tertawa terbahak-bahak, saya bilang saja, "Inilah calon psikolog yang gagal. Jadi sekarang, bisanya cuma dengerin orang curhat saja. Hahaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honestly, saya selalu senang bila ada teman yang curhat. Walaupun terkadang, saya tidak bisa memberi jalan keluar, &lt;em&gt;at least, I'm there, I'm beside them. And that makes me happy&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-112252710527333736?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/112252710527333736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=112252710527333736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/112252710527333736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/112252710527333736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/07/for-better-or-worst.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-112252560009732532</id><published>2005-07-27T21:07:00.000-07:00</published><updated>2005-07-27T21:40:00.106-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;I Hate Jakarta!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue lagi benci Jakarta! Kebencian itu makin tinggi &lt;em&gt;voltage&lt;/em&gt;nya pas pulang kantor tadi malam. Maksud hati, setelah selesai rapat mingguan, saya ingin pulang cepat. Mengingat hari ini harus mewawancari dokter di FKUI jam 9 pagi. Tapi, sepertinya, jalanan sedang tidak ramah kepada saya tadi malam (&lt;em&gt;well, I think traffic jam become our part of life, right&lt;/em&gt;!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau biasanya saya pulang jam 9 malam, kemarin saya sudah bergegas pulang jam 8. Seperti biasa, saya pulang menggunakan bis. Setelah bergerak, seperti biasa, bis yang saya tumpangi seharusnya masuk tol dalam kota dari depan Manggala Wanabakti ke arah Bogor. Cuma, melihat padatnya kondisi tol saat itu, supir pun memutuskan untuk masuk tol di depan Planet Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saat itu saya sudah curiga kalau kemacetan pasti sangat panjang! Terlebih saat melihat deret-deretan truk, bis, dan mobil, yang tidak bergerak, alias parkir! &lt;em&gt;Damn it!&lt;/em&gt; Untungnya, saya naik bis yang berpendingin udara plus ditemani MP3 yang menghentak-hentak telinga. Sayang, dua kondisi tersebut masih belum menuntaskan rasa kesal saya pada tol dalam kota saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mati gaya. Sementara, beberapa penumpang sudah tertidur karena kelelahan, termasuk seorang cowok di sebelah saya. Karena mati gaya itu, akhirnya, jari jemari saya pun mulai menari dengan lincah mengetik huruf-huruf yang ada di ponsel. Beberapa teman saya kirimi SMS. Mulai dari menanyakan keadaan mereka, sampai saya gumamkan kalau bis yang saya tumpangi 'parkir' di jalan tol tersebut. Namun, balasan SMS hanya bisa diitung dengan jari. Selebihnya saya terdiam lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis kemudian bergerak perlahan. Saya lihat jam di pergelangan tangan kanan, sudah satu jam perjalanan yang ditempuh hanya dari Slipi mendekati Carrefour MT. Haryono. &lt;em&gt;What&lt;/em&gt;?! Saya jadi gelisah. Karena rencana saya untuk bisa tidur cepat, sepertinya bakal rusak. Sejauh ini, saya masih belum tahu apa penyebab kemacetan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, setelah bis berbelok menuju arah TMII, baru terlihat penyebabnya. Lampu mobil polisi yang berkedip-kedip di bagian atas, plus mobil petugas jalan tol terlihat berada di sisi kiri jalan. N &lt;em&gt;guess what&lt;/em&gt;?! Rupanya, ada truk besar yang sedang mengganti ban!!! &lt;em&gt;S**t! O My God&lt;/em&gt;!! Setelah itu, jalan lancar.. car.. car..  Tiba di rumah menjelang jam 10.30 pm! What a night..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya ingin teriak di rumah. Tapi nggak bisa. Setelah mandi, saya coba untuk langsung tidur. Tetap nggak bisa. Dengan posisi radio yang menyala, lamat-lamat terdengar suara sang penyiar.  Sebenarnya tidak akan membuat saya menelaah pikiran kalau saja si penyiar tidak menyebutkan SMS salah seorang pendengarnya yang menyesal karena tidak bersikap baik dengan ayahnya sebelum meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ding!" Saya seperti tertohok. Saat mama meninggal, saya merasakan penyesalan yang amat dalam. Saya sering marah karena mama sudah sekali makan. Banyak pantangan yang dicuekin saat ia sakit. Alhasil saat beliau meninggal, saya menyesal. Karena belum meminta maaf! Perlahan, butiran air mata mengalir.  Hingga akhirnya saya terisak pelan di keheningan malam. Pada saat bersamaan, SMS seorang teman masuk dan saya ceritakan kesedihan saya. "Boleh telepon," begitu katanya. "&lt;em&gt;Please do&lt;/em&gt;," jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, air mata makin deras mengalir. Suara saya terasa aneh, tidak seperti biasanya karena harus menahan isakan. Pelan-pelan, saya utarakan rasa kesal saya hingga kejadian tangisan itu. &lt;em&gt;I felt a little bit relieve&lt;/em&gt;. "Gue tahu, loe pasti bukan kesal sama macetnya Jakarta. Tapi ada hal lain lagi," ujarnya. Dan terkaan dia memang benar. Karena sebenarnya, masih ada kekesalan lain yang masih berkecamuk di hati saya, &lt;em&gt;which I can't tell it right now&lt;/em&gt;..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-112252560009732532?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/112252560009732532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=112252560009732532&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/112252560009732532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/112252560009732532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/07/i-hate-jakarta-gue-lagi-benci-jakarta.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-111860010776044054</id><published>2005-06-12T11:08:00.000-07:00</published><updated>2005-06-12T11:15:07.766-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Keretaku Tak Berhenti Lama..&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Naik kereta itu sangat menyenangkan! Betul.. Setidaknya itu yang saya serta keponakan saya alami. Saat di Calgary, saya senang banget naik C-Train alias Calgary Train. Beli tiketnya juga gampang. Enyahkan pikiran kalau di setiap stasiun bakal ada petugas tiket. Sebab, di sini tak perlu petugas tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini semua serba otomatis. Untuk membuka pintu kereta, tinggal pencet tombol yang ada di luar kereta (tepatnya di samping pintu, berwarna hijau) dan di dalam kereta (di tiang dekat pintu, berwarna putih) dan pintu kereta akan terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk tiket, tinggal masukan koin 2 dollar canada (hampir 16 ribu rupiah) untuk orang dewasa dan 1.40 dollar canada untuk anak-anak di atas usia 6 tahun, keluar deh karcisnya. Tapi kalau sudah membeli karcis, tinggal di validasi saja di mesin validasi yang ada di setiap stasiun. Nanti akan tercetak jam validasi, tanggal, serta nama stasiun tempat kita membeli tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tiket tersebut berlaku selama 90 menit. Maksudnya? Begini nih. Saya kasih contoh. Waktu hari jumat lalu, 10 Juni, tadinya saya bersama kakak dan keponakan mau ke Spruce Meadows. Kami naik C-Train dari 6th St W menuju Somerset. Dari situ, menurut mba Yanti, ada &lt;em&gt;shuttle bus&lt;/em&gt; menuju Spruce Meadows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah ke &lt;em&gt;booth shuttle bus&lt;/em&gt; itu, kok tak ada tanda-tanda kehidupan. Setelah melihat papan informasi, sepertinya shuttle bus untuk hari itu hanya ada sore hari. Wah... pantesan bis-nya nggak kelihatan. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi ke rumah rekan kakak saya di daerah Schubert. Untuk menuju tempat tersebut, kami harus menggunakan kereta yang tadi dinaiki menuju Dalhousie. Karena jarak waktu antara kami membeli tiket dan menuju Dalhousie masih dalam rentang 90 menit itu, maka kami tak perlu membeli tiket lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tiket tersebut tidak hanya digunakan untuk kereta saja. Kalau saya mau melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis, karcis tersebut bisa ditunjukkan kepada pengemudi bisnya. Dan saya tidak perlu bayar tiket untuk bis. Enak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan lain juga saya dapatkan dari C-Train ini. Kalau mau pergi ke City Centre atau City Hall, saya tak perlu bayar tiket. Karena jarak dari City Hall ke City Centre termasuk dalam zona bebas tiket alias gratis! Istilah mereka &lt;em&gt;Free Fare Zone&lt;/em&gt;. Tapi lepas dari zona tersebut, ya harus bayar. Kedapatan tidak membeli tiket, sudah pasti akan dikenakan denda $50 Canada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C-Train ini sangat bersih. Tidak ada coret-coretan. Bebas vandalisme. C-Train juga sangat informatif. Selain ada announce nama stasiun saat kereta berhenti, di setiap bagian atas pintu keluar kereta, ada petunjuk stasiun-stasiun yang akan dilewati. Pokoknya jelas deh! Termasuk soal jadwal kereta. Pas jam sibuk, kereta bisa lewat setiap 5 menit sekali. Tapi pas jam tidak sibuk, around jam 09.00-15.00, kereta akan lewat setiap 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga membuat saya kagum. Di sini C-Train bisa saja berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah dan orang-orang sudah mulai menyeberang. Jadi penyeberang jalan lah yang mendapat prioritas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat C-Train, saya jadi teringat dengan kereta jabotabek yang penuhnya ampun-ampunan. Well, memang nggak bisa dibandingin sih. Apalagi kalau melihat harga tiketnya. Meski saya punya impian, kereta di Indonesia bisa teratur, nyaman dan bersih seperti halnya C-Train. Tapi kapan ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-111860010776044054?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/111860010776044054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=111860010776044054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111860010776044054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111860010776044054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/06/keretaku-tak-berhenti-lama.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-111833143235536724</id><published>2005-06-09T08:12:00.000-07:00</published><updated>2005-06-09T08:37:12.366-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Indahnya Kemandirian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman baru saat saya berlibur pekan ini. Bayangin aja, pas mau check in di hotel Regency Suite, 610, 4th Avenue SW, Calgary, Frank, temen kakak saya langsung mengambil troly untuk pakaian. Setelah itu, dia langsung memindahkan koper-koper kita yang jumlahnya ada 7! Dengan santainya, Frank mendorong troly dan masuk ke dalam lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FYI aja nih, saya juga tidak melihat ada penjaga pintu hotel yang siap membukakan pintu hotel buat tamunya. Padahal kalau di sini, jumlah penjaga pintu itu bisa banyak loh. Kalau dipikir-pikir, saya juga bisa membuka pintu hotel yang gede itu. Kenapa juga harus ada penjaganya?&lt;br /&gt;Hmmm... rupanya, di sini semuanya dilakukan sendiri. Mandiri sekali! Tapi mungkin, seperti itu ya kebiasaan orang sini. Beda sekali dengan di Indonesia. Teman saya juga mengalami hal yang sama saat berkunjung ke Australia. Bisa jadi, ada hubungannya dengan upaya efisiensi. Iya juga sih. Coba pikir, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk membayar orang yang berdiri di depan pintu.. Wahhhhhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan membereskan kamar juga gitu. Sepertinya, &lt;em&gt;cleaning service&lt;/em&gt; hanya ditugaskan untuk membereskan tempat tidur dan kamar mandi. Selebihnya, ya urus sendiri. Kamar yang kakak saya tempati kebetulan dilengkapi dengan dishwasher, kompor listrik, &lt;em&gt;vacuum cleaner&lt;/em&gt;, dan sapu! Ada kejadian lucu nih. Maklum, sebagai orang yang belum pernah mencuci piring pakai pencuci otomatis, saya jadi gap-tek, alias gagap teknologi. Maka, saya minta seseorang untuk datang ke kamar, mengajari menggunakan dishwasher. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sukses. Katanya sih cuman sebentar aja. Wah cihuy juga. Jadi meringankan pekerjaan. Eh, tapi pas diliat, kok nggak bersih ya. Ah, payah nih. Lalu, pas kedua kali, air yang di dalam &lt;em&gt;dishwasher&lt;/em&gt; masih menggenang. Waduh, kenapa lagi ya? Ternyata setelah saya tanya bagian &lt;em&gt;front office&lt;/em&gt;, sepertinya waktu yang saya pakai untuk mencuci masih terlalu singkat. Butuh waktu 15-20 menit. Ealahhh... pantesan.. Dan pas kakak ipar saya mencuci, benar tuh. Waktunya sekitar 15 menit. Dan bersih, sih, sih, sih! Saya jadi malu hati. Sudah sesumbar nggak bersih. Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain &lt;em&gt;dishwasher&lt;/em&gt;, lain pula urusan cuci baju. Daripada pakai jasa laundry hotel, lebih baik mencuci sendiri. Nggak terlalu mahal pula. Kebetulan, tempat untuk mencucinya dekat dengan &lt;em&gt;front office&lt;/em&gt;. Jadi nggak repot. Cukup masukkin koin 2 dollar dan pakaian pun tercuci. Setelah itu, masukkan 2 dollar lagi di mesin pengering dan taraaaaaa.. pakaian kering! Tinggal saya lah yang kemudian menyetrika. Jadi, kemarin pagi, saya seperti ibu rumah tangga. Menyetrika sambil menunggu piring yang dibersihkan dengan &lt;em&gt;dishwasher&lt;/em&gt;!.. (Foto hotelnya menyusul deh, karena notebook lagi bermasalah nih... belon download software kamera digital.. hiks..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu baru di hotel. Hal lain yang saya amati pas makan di McD yang berada di Stephen Avenue Walk, dekat dengan pertokoan The Bay. Semua pengunjungnya, begitu selesai makan, langsung membawa nampannya dan membuang bekas makanan di tempat sampah. &lt;em&gt;Well, that’s great&lt;/em&gt;. Meringankan pekerjaan orang lain sekaligus mendidik kemandiria. Lagipula, bukan hal yang sulit kan untuk membuang bekas makan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal kemandirian, ada satu hal lagi yang bikin saya senang dengan kota ini. Di sini, orang yang tergolong bukan berusia muda lagi masih produktif. Petugas &lt;em&gt;cleaning service&lt;/em&gt; cewek yang membersihkan kamar ini usianya sudah cukup tua. Hmm, saya nggak tahu pasti usianya. Tapi kalau melihat dari kerutan di wajahnya sih, &lt;em&gt;I bet around 60 something&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan petugas di bandara, beberapa di antaranya sudah berusia lanjut. Nampaknya, pemerintah tetap memberdayakan para lansia ini. Bagus juga toh. Selama mereka masih sanggup untuk bekerja, &lt;em&gt;why not&lt;/em&gt;? Iya, nggak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-111833143235536724?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/111833143235536724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=111833143235536724&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111833143235536724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111833143235536724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/06/indahnya-kemandirian-ada-pengalaman.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-111379954587580805</id><published>2005-04-17T21:27:00.000-07:00</published><updated>2005-04-17T21:45:45.876-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kisah Robi dan Surya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari senin biasanya menjadi hari yang menyebalkan. Bayangkan saja, setelah dua hari berleyeh-leyeh, maen, tidur, nonton film sepuasnya -- alias menikmati hidup-- sekarang we're back to real world, again. Ada beberapa hal yang membuat orang selalu bilang, I dont like Monday..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jalanan sudah bisa dipastikan macet! Melebihi hari-hari sebelumnya. Kedua, di hari senin, pekerjaan kembali menumpuk (bahkan ada juga yang sisa-an dari jumat lalu). Ketiga, ini kayaknya yang paling menyebalkan, ada meeting yang mesti dimulai jam 8.00 pagi!! Waaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nggak tahu kenapa ya, hari senin ini sedikit tidak menyebalkan buat gue. Nggak ada alasan pastinya. Cuma, tadi malam, sebelum tidur, gue nyiapin baju yang pengen dipake hari ini. Ternyata efeknya lumayan juga. I beat monday blues!! Meski, masih ada satu kerjaan yang mesti dikelarin, gue udah semangat ngantor.. Jarang, jarang tuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita nggak berhenti di situ. Pas gue naik bis 43, bis tercintaku itu, ada hal menarik lagi. Tadi, nggak biasanya, bis tak berkondektur. Yang ada hanya dua anak kecil, Robi dan Surya yang bertindak sebagai kondektur. Setelah ditilik-tilik, ternyata, kondekturnya kudu berurusan dengan polisi. Kata si supir sih, nggak jelas tuh apa alasannya. "Saya kan naikkin penumpang di halte. Masa masih ditangkap juga?! Trus, yang ditangkap kondekturnya pula," ujar si supir sambil geleng-geleng nggak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kondektur resmi, menjadi dimaklumi oleh para penumpang. Dengan bantuan Robi itu, tugas kondektur dia ambil alih. Kalau biasanya, pas sampai di Tol Cibubur atau Taman Mini, kondektur sudah selesai mengambil ongkos para penumpang, tidak dengan tadi pagi. Robi, baru selesai ngumpulin pas bis sudah sampai di Cawang.. Bisa jadi dia pusing mengembalikan duit penumpang yang kebanyakan bayar dengan uang 50 ribu.. Untung saja, para penumpang sangat kooperatif. Banyak yang mewanti-wanti. Seorang ibu sempat ngomong begini, "Itung dulu ya kembaliannya. Awas, jangan sampai pada jatuh duitnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan Surya? Mulanya, dia diminta oleh supir untuk menghitung jumlah penumpang yang berdiri. Maksudnya tentu saja supaya bisa dijumlah, berapa uang yang ada. Saat kembali ke depan, si supir bertanya, "Jadi berapa orang yang berdiri sur?". Dengan santainya, Surya cuman bisa menjawab, "Ah, nggak tahu. Pas tadi ngitung sampai 9, si Robi minta nukerin duit 50 ribuan ke bapak. Makanya, saya nggak ngitung lagi." Hahaha... Si supir cuman tertawa terbahak-bahak saja. Begitu juga dengan penumpang yang ada di bangku deret depan. Sedangkan saya, hanya tersenyum simpul saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan, pagi-pagi sudah ada hiburan. Jadi nggak stres lagi mikirin macetnya tol dalam kota!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-111379954587580805?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/111379954587580805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=111379954587580805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111379954587580805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111379954587580805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/04/kisah-robi-dan-surya-hari-senin.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-111037378787183679</id><published>2005-03-09T04:50:00.000-08:00</published><updated>2005-03-09T05:09:47.876-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Nari Bali? Yang Bener??!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu banyak terdengar seiring dengan keinginan saya untuk latihan menari. Malah ada yang terheran-heran dan memasang wajah tak percaya kalau dulu, dulu sekali, saya pernah aktif menari. Nah sekarang, kebetulan banget, di kantor tempat saya bekerja ada 'ekskul' menari. Sejujurnya, sudah lama sekali saya mencari tempat latihan menari. Ngga tahu ya.. Tapi memang begitulah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, tepatnya pas lagi SD, menari sudah menjadi bagian hidup saya. Dulu saya menari jaipong. Ya, betul, tarian asal Jawa Barat ini sepertinya sudah mendarah daging dalam hati saya. Boleh dibilang, it's part of my life.. Sungguh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya inget banget tuh, saat SD itu, ada teman yang bilang mau latihan menari jaipong. Tapi, saya nggak diikutkan dalam pembicaraan itu. Sebel, pastinya. Akhirnya, saya maju untuk latihan. Dan rupanya yang bertahan menari tinggal saya dan beberapa gelintir teman saja. Si 'X' itu malah absen latihan melulu... hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking giatnya latihan, setiap di sekolah, tangan ini rasanya tidak mau diam. Pengennya bergoyang terus, layaknya saat latihan. Goyangan ini terus berlanjut, saat guru latih mengikutkan saya dalam lomba tari. Dapet juara harapan aja.. Gak seru juga, soalnya, guru menari saya ikutan lomba.. Terang saja, saya kalah!! hiks... Tapi nggak apa-apa. Itung-itung latihan PD! hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang, keinginan untuk menari kembali tersalurkan. Walau belum ada kelas jaipong atau tarian Sunda, keinginan saya untuk menari Bali terwujudkan. Setiap senin, selama 1,5 jam pasti saya nggak ada di booth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menari Bali, hampir sama seperti Jaipongan. Sangat dinamis! Itu yang saya suka. Tapi akibatnya, setiap kali berlatih, keringat pasti mengalir. Kaos yang digunakan sudah basah penuh keringat. But It's fun though!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari menari, banyak hal yang saya dapat. Misalnya saja, perlu kesabaran, ketekunan, dan keselarasan. Sabar... Banyak diperlukan kesabaran. Bayangkan saja, untuk tari Panji Semirang, yang durasinya hanya 6 menit, perlu waktu lebih dari 2 bulan untuk menghapalkan gerakannya! Waaaaaa... dengan asumsi, latihan hanya seminggu sekali saja. Tapi tetap saja, it takes time...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tekun... Harus tekun berlatih. Bolos sekali saja, saya sudah kehilangan beberapa gerakan. Untung saja, guru latih saya, mas (or should I say Bli) Agung rajin mengulang-ulang gerakan. Jadi, gak terlalu ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaras.. Bayangkan saja, sekarang, saya harus menyelaraskan gerakan yang melibatkan gerakan mata, kepala, tangan, badan, jari-jari tangan, dan kaki! Rumit yaa ternyata... Matanya belum sempat mendelik atau melotot, tahu-tahu tangannya sudah harus bergerak ke lain arah... Aduhhhhh... belum lagi kalau mendadak lupa gerakannya. Kata teman saya, "Gimana kalau kita mentas nih. Kayaknya mas Agung harus ada di depan kita deh?" Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada target dari latihan ini. Yang penting, saya jadi tahu dan bisa menari Bali. Sempat terbersit juga di kepala saya. "Hmm, nanti anak gue harus gue masukin ke kelas menari!".. Cuman, nunggu anaknya ini yang mungkin masih agak lama. Soalnya, belum ada calon bapaknya!! Huahahaha....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-111037378787183679?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/111037378787183679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=111037378787183679&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111037378787183679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/111037378787183679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/03/nari-bali-yang-bener-kalimat-itu.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110835711009544466</id><published>2005-02-13T20:58:00.000-08:00</published><updated>2005-02-13T20:58:30.096-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.haloscan.com/" title="HaloScan Commenting and Trackback"&gt;Haloscan&lt;/a&gt; commenting and trackback have been added to this blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110835711009544466?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110835711009544466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110835711009544466&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110835711009544466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110835711009544466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/02/haloscan-commenting-and-trackback-have.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110822370911924609</id><published>2005-02-12T07:34:00.000-08:00</published><updated>2005-02-12T07:55:09.210-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Watta Day...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I dont like monday! I really am.. Especially on last monday. Here the story I'd like to share. Early in the morning, I've argued with the maid. It's not like the other day. This time, she was angry.. Gee, I guess that was the first time I had a big 'fight' with the maid. I never have it in my entirely life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After I had terrible thing, then I went to the office. As usual, I took a bus to my office. And suddenly, on the highway, my bus hit the truck! Not really big.. Just a little bit, but It was awfull. But fortunatelly, like other monday or so, that was traffic jam. So, it wasnt worse at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gee.. what's next? I figured out. Then, boom, the girl who sat next to me thrown up! Gosh.. It's really disguisting! But, thanks God, I didnt throw up! I thought that day was the worst day I've ever had!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've no idea what could be worst than that. But then, I remember what people always say, "There'll be a good thing after the bad one, well some.." So, with the spirit of those words, I stayed calm. In the afternoon, as usual, I do practice my dance, Bali dance. At some point, it made me a little bit relieve. I forgot all the bad things that happened to me in the morning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And guess what, I've had a good thing. Well, for some people, what I've got wasnt really good. But for me, that was good. My friend replied my mail! It was Jock! I've tried twice sent him email, but didnt respond. I thought, I lost him. And then, for the third time, it worked! That's also answer the question, why we have to try until three times.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honestly, that day, Feb 7, was his birthday! And he said, he's in Namibia and wanna go out with his friend. I'm so happy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My happiness came again on the night. When I sent sms to Joe, my other friend in KL. I've told him what happened to me on that day. It was really nice talking to him, even though I didnt hear his voice. Only a hundred words.. ;) But it helped me through the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, my point is, dont worry if you have bad things. Cause there's always good things ahead. Cheer up and smile.. Just remember, that you're not alone..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Thanks &lt;strong&gt;Joe&lt;/strong&gt;, for cheering me up all day.. &lt;em&gt;Mizz you a bunch&lt;/em&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110822370911924609?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110822370911924609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110822370911924609&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110822370911924609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110822370911924609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/02/watta-day.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110545327677972401</id><published>2005-01-11T05:26:00.000-08:00</published><updated>2005-01-11T06:21:16.780-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Soulmate Next Door&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kepikiran nggak dimana belahan jiwa kita berada? Nggak tahu? Wah, idem.. &lt;em&gt;I've never known where my soulmate is&lt;/em&gt;! Honest.. Tapi begitu mendengar cerita teman-teman yang sudah menemukan pasangan hidupnya, saya jadi kepikiran juga akhirnya. Kenapa bisa begitu? Ya bisa aja! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya sih saya hanya mendengarkan cerita teman-teman yang sudah menikah. Mereka biasanya cerita, dimana ketemu dengan pacarnya yang kemudian &lt;em&gt;turn out to be her husband&lt;/em&gt;. Cerita mereka umumnya sih standar. "Ya ketemu di kantor gitu. Pertamanya sih, kita biasa-biasa saja.  Malah gue sebel setengah mati sama suami gue. Tapi, lama-lama kok dia perhatian juga ya," kata salah seorang teman saya seraya tersenyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan hidup memang menjadi rahasia tersendiri. Akhir pekan lalu, saat sahabat saya menikah, saya baru &lt;em&gt;ngeh&lt;/em&gt; kalau tempat lahirnya dia dan daerah asal suaminya sama. Yaitu Makassar! Lalu sahabat saya yang lain juga punya kejadian serupa. Daerah asal mertuanya, ya, orangtua suaminya itu berasal dari Pulau Bangka, tempat yang sama dengan pulau kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup mengejutkan sebenarnya cerita teman saya yang lain. Ia dan suaminya kenal gara-gara satu kantor. Pertemanan berlanjut karena sang suami sering curhat mengenai pacarnya. Dan akhirnya sang cupid pun menancapkan panahnya. Jadilah mereka suami-isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tak habis di situ saja. Karena setelah ditilik-tilik, rupanya dulu sebelum mereka kenal, kantor mereka tak terpaut jauh. Kantor mereka berada di jalan yang sama, hanya berbeda nomor. Tak hanya itu, kantor mereka pun sebenarnya berseberangan saja! Wahhhh.... "Tapi, kita mana tahu yaa?," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan pasangan hidupnya.  Tidak juga saya. Eh, tapi, jangan-jangan, calon suami saya orang Jakarta. Soalnya, saya kan lahir di Jakarta! &lt;em&gt;We'll see&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110545327677972401?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110545327677972401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110545327677972401&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110545327677972401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110545327677972401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/01/soulmate-next-door.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110486128160756374</id><published>2005-01-05T01:10:00.000-08:00</published><updated>2005-01-04T09:54:41.606-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Indahnya Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah rasa yang paling indah&lt;br /&gt;tapi cinta juga menjadi sesuatu yang membuat orang sedih&lt;br /&gt;Indah karena cinta berbalas&lt;br /&gt;Sedih karena cinta harus kandas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah anugrah&lt;br /&gt;berbahagialah orang yang bisa mencintai, sungguh&lt;br /&gt;Tak perlu resah atau gundah&lt;br /&gt;Bila cinta disepah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak bisa diukur dengan logika&lt;br /&gt;tak bisa diukur lewat persamaan matematika&lt;br /&gt;Cinta adalah rasa&lt;br /&gt;yang hanya bisa diresapi dalam hati penuh makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah dengan sepenuh jiwa&lt;br /&gt;tanpa mengharapkan balasan apa-apa&lt;br /&gt;Karena cinta akan menjelma&lt;br /&gt;dalam balutan busana tanpa kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110486128160756374?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110486128160756374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110486128160756374&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110486128160756374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110486128160756374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/01/indahnya-cinta-cinta-adalah-rasa-yang.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110490716511648321</id><published>2005-01-04T22:39:00.000-08:00</published><updated>2005-01-04T22:39:25.116-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/161/1239/640/handeleum_canoe1.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/161/1239/400/handeleum_canoe1.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Row.. row.. row your boat...&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110490716511648321?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110490716511648321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110490716511648321&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110490716511648321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110490716511648321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/01/row.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110490710636600829</id><published>2005-01-04T22:38:00.000-08:00</published><updated>2005-01-04T22:38:26.366-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/161/1239/640/halimun_dunk3.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/161/1239/400/halimun_dunk3.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miss that moment.. &amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110490710636600829?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110490710636600829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110490710636600829&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110490710636600829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110490710636600829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/01/miss-that-moment.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-110485611423659389</id><published>2005-01-04T08:03:00.000-08:00</published><updated>2005-01-04T08:28:34.236-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;It's easy to destroy something&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah? Satu bulan, satu tahun, dua tahun atau lebih? Anda pasti akan menjawab, "Ya itu sih tergantung luas bangunannya donk!".  Lalu sekarang pertanyaan tersebut dibalik. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghancurkan sebuah rumah? Jawabannya hanya sekejap saja. Hanya hitungan detik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Coba Anda ingat-ingat lagi peristiwa WTC beberapa tahun silam. Dalam hitungan detik, setelah ditabrak dengan pesawat, gedung tinggi tersebut melorot ke tanah! Atau gedung-gedung yang sengaja dirubuhkan. Dengan satu kali jentikkan jari, gedung sudah kembali rata dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sekarang nggak perlu jauh-jauh. Saya ambil contoh rumah saya (lebih tepatnya rumah orangtua) saja. Sudah lebih dari dua minggu bagian atap rumah tempat saya numpang tinggal (maklum masih nebeng sama ortu) diperbaiki. Penggantian genteng, kayu penahan serta atap rupanya membutuhkan waktu cukup lama dari yang saya perkirakan. Tapi saat ayah hendak merubuhkan bagian atas rumah yang idle, waktunya hanya sebentar saja. Tidak sampai satu hari! Haaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu rasa-rasanya hampir sama dengan membina persahabatan. &lt;em&gt;It takes years to build a friendship&lt;/em&gt;. Dan itu memang benar! Setidaknya, hal itu yang saya rasakan. Seluruh sahabat dan teman dekat sudah saya kenal sangat lama. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk bisa menjalin persahabatan ini. Perlu ada rasa saling percaya di antara saya dan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya, sama seperti rumah, untuk menghancurkan pertemanan juga mudah. &lt;em&gt;A piece of cake! Cause I've been there before&lt;/em&gt;. Pertemanan yang dibina mendadak luluh lantak hanya karena ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman. Kata-kata yang diucapkan mendadak menjadi amarah. Membuat lubang luka di dalam hati, pedih.  &lt;em&gt;And trust me, that was painfull&lt;/em&gt;. Pertemanan yang mulanya sedang dijalin mendadak hilang bentuk. Ibaratnya, rumah yang sudah dibangun kini telah remuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, begitu mudahnya untuk menghancurkan sesuatu yang sudah dibangun satu demi satu. &lt;em&gt;It's not easy to build something but It's easy to destroy something&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Wanna bet&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-110485611423659389?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/110485611423659389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=110485611423659389&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110485611423659389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/110485611423659389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2005/01/its-easy-to-destroy-something-berapa.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108884705240320967</id><published>2004-07-03T02:10:00.000-07:00</published><updated>2004-07-03T02:30:52.403-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Happy Birthday!! And your age is decreased&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangtahun kerap diidentikan sebagai bertambahnya usia. Padahal, menurut saya justru kebalikannya. Perayaan ulang tahun malah menyusutkan usia. Mudahnya seperti ini, setiap manusia, pasti sudah menandatangani 'kontrak' dengan Sang Maha Pencipta jauh sebelum lahir ke dunia fana ini. Katakanlah ia meneken 'kontrak' hingga usia 50 tahun. Maka kalau sekarang berusia 40, sisa hidupnya tinggal 10 tahun lagi. Begitu kan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti dengan pemikiran tersebut. Paling tidak, dengan ulang tahun sesungguhnya manusia menyadari apa yang telah diperbuatnya, untuk kemudian mengevaluasi dan memperbaikinya bila ada kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dan evaluasi memang harus menjadi bagian dalam diri setiap manusia. Tanpa hal tersebut, hidup tidak akan berwarna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, belajar tidak hanya bermakna di kala kita merasakan kekalahan tetapi juga kemenangan. Seperti ulang tahun ini. Sebelumnya, kita, paling tidak saya masih merasa perayaan ultah sebagai sebuah pesta yang dihiasi dengan balon, birthday cake, maupun lagu &lt;em&gt;happy birthday&lt;/em&gt;. Ya paling tidak saat masih ABG, &lt;em&gt;we felt that way&lt;/em&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, beberapa tahun belakangan ini, saya mulai mendapat perayaan yang lain. Dua tahun lalu, untuk pertama kalinya saya melewatkan ultah tanpa seorang ibu. Sedih? Pastinya. Karena biasanya, mama lah yang pertama kali mengucapkan selamat ultah. Belum lagi, siang hari ia suka membuat nasi kuning atau nasi uduk *walau kadang, saya juga suka meminta untuk dibuatkan, ;)*. Rasanya senang sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, ultah saya berlalu begitu saja. Sepertinya saya sendirian. Sampai pada ultah minggu lalu, &lt;em&gt;I felt happy&lt;/em&gt;. Entah kenapa saya merasa seperti itu. Padahal kalau ditilik, pas hari ultah, saya justru sakit. Namun saya merasa bahagia. Paling tidak, walau tanpa &lt;em&gt;birthday cake or even birthday song&lt;/em&gt;, saya masih punya keluarga, serta teman-teman yang memberi perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, malam berikutnya, beberapa rekan menculik saya untuk ikut pergi ke Sukabumi. Walau dengan badan lemas, hati tetap terasa senang. &lt;em&gt;For me, that was the best gift I've ever had&lt;/em&gt;... &lt;em&gt;At least, for 28 years, I've got something very beautiful from them&lt;/em&gt;..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108884705240320967?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108884705240320967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108884705240320967&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108884705240320967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108884705240320967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/07/happy-birthday-and-your-age-is.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108875619509246634</id><published>2004-07-02T01:10:00.000-07:00</published><updated>2004-07-02T01:16:35.093-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Being My Friend Through Good and Bad Times&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is easy to find a friend&lt;br /&gt;when things are going well&lt;br /&gt;and everyone can have fun together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is easy to find a friend&lt;br /&gt;when exciting things are happening&lt;br /&gt;and everyone can look forward to them together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is easy to find a friend&lt;br /&gt;when the environment is attractive&lt;br /&gt;and everyone can be happy together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the friend that we find&lt;br /&gt;who will be with us&lt;br /&gt;when we are having problems&lt;br /&gt;and our lives are confused&lt;br /&gt;is a hard friend to find&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you for being&lt;br /&gt;one of those rare people&lt;br /&gt;who is a&lt;br /&gt;real friend&lt;br /&gt;for life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Poem by Susan Polis Schutz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This poem sent from my beloved friend, Ian. When I wanna write about friendship, he sent this to me. So, I think, it wouldnt been mind for Susan, if I copy her poem to my blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanna dedicated this poem to all my friends.. real friends.. Uwi, Iyus, Dudunk, Chandra, and Erik, my newest friend and definitely friends. From them I learn something.. That I'm not alone. Thank you for being my friends. *also, for my other friends, Karin, Ari, Wiwin, Yuyun, Dyah, and who I cant mention one by one..* Once again, thanks.. You'll be in my heart, always..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108875619509246634?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108875619509246634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108875619509246634&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108875619509246634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108875619509246634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/07/being-my-friend-through-good-and-bad.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108874920660543970</id><published>2004-07-01T23:18:00.000-07:00</published><updated>2004-07-01T23:20:06.606-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Cowok Metroseksual?! Beneran Ada?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang pertama kali terlintas di benak kalau mendengar cowok pesolek? Bencong? Yang benerrr? Maksud pesolek di sini tentu saja bukan seperti mentato alis, menggunakan &lt;em&gt;blush on&lt;/em&gt; ataupun pemulas bibir. Tapi pesolek dalam pengertian merawat tubuh layaknya perempuan. Misalnya saja nih, luluran, &lt;em&gt;creambath, manicure, pedicure&lt;/em&gt;, pijat atau bahkan ke spa…. Loh, memang ada cowok kayak gitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hal tersebut ditanyakan beberapa tahun silam (termasuk kepada saya), mungkin jawabannya jarang atau malah tidak ada. Bayangkan saja, pikiran saya pasti sudah dipenuhi kalimat-kalimat, “Ih, jadi cowok genit amat sih…” Tapi, coba, tanyakan kondisi tersebut saat ini. Pasti kata-kata tidak ada atau jarang itu sudah diganti dengan banyak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sepertinya tidak pernah terpikiran ada cowok yang rela bermalas-malas di salon ataupun spa hanya untuk merawat tubuhnya. Gak perlu sampai ikutan nyalon deh, nunggu ceweknya untuk merawat diri di salon saja seperti udah mau diajak perang. Makanya, dulu saya berpikiran kalau jadi cowok itu enak banget.. Gak perlu repot pakai pelembab, bersihin muka, &lt;em&gt;facial&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;creambath&lt;/em&gt; atau yang lainnya. Kayaknya, gak perlu diapa-apain, cowok itu tetap bagus-bagus aja gitu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cewek, eitssssss tunggu dulu. Paling tidak, acara facial atau creambath sudah jadi menu wajib bulanan deh. Beberapa waktu lalu, saya sempat rajin facial. Meski untuk itu, saya mesti rela menangis menahan rasa sakit. “Komedonya sih cuman setengah-satu tissue, tapi air matanya itu bisa ngabisin 10 lembar tissue,” begitu kata mba yang facial wajah saya. Ternyata, memang sedikit ribet jadi cewek. Saya suka takjub aja kalau melihat cewek yang rajin merawat diri. Salut deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.. lagi-lagi rasa salut saya semakin tambah karena rupanya para cowok pun saat ini tak mau ketinggalan dalam hal perawatan diri. Mulanya, saya hanya membaca dari beberapa majalah yang santer mengangkat cowok metroseksual. Lama-lama saya banyak melihat juga cowok seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melakukan perjalanan ke sebuah tempat, saya jadi tahu kalau banyak cowok yang hobi atau lebih tepatnya rajin untuk melakukan perawatan diri (bahkan dengan mudahnya mereka menyebutkan beberapa spa yang tidak semua orang tahu.. hebattttttt). Tak heran kalau kulit mereka sangat bersih, mulus, nyaris tanpa jerawat ataupun noda lainnya. Sampai saya minder sendiri kalau (harus) membandingkan kulit saya dengan mereka.. Kalah jauhhhh… Hehehe… &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108874920660543970?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108874920660543970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108874920660543970&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108874920660543970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108874920660543970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/07/cowok-metroseksual-beneran-ada-apa.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108874898737213980</id><published>2004-07-01T23:14:00.000-07:00</published><updated>2004-07-01T23:16:27.373-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Friendster Mania&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi cepat berubah. Paling tidak hal itu yang dialami umat manusia saat ini. Bayangkan saja, untuk bisa membeli barang, tak perlu repot-repot keluar rumah. Cukup klik barang yang diinginkan dari internet, lalu kirim nomor kartu kredit, dan jrenggggg… tak berapa lama kemudian, barang yang dipesan sudah tiba di depan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya barang saja yang bisa didapat dari dunia maya. Teman bahkan jodoh pun bisa didapat. Entah sudah berapa banyak ruang interaksi yang disediakan oleh situs di internet. Sepertinya, semakin banyaknya pekerjaan dan sempitnya waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang ‘nyata’ lah yang membuat kaum metropolis mulai beralih ke dunia cyber. Gak perlu keluar rumah ataupun kantor untuk bisa mendapat teman. &lt;em&gt;And I’m also a part of it&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, salah satu fenomena yang menarik dari cyber ini adalah munculnya friendster yang mulai marak di tahun 2004. Saya sendiri sudah tahu tentang situs tersebut pada bulan oktober 2003. Salah seorang rekan jurnalis asal filipina mengirimkan saya tentang friendster. Hanya saja, pada saat itu saya tidak terlalu tertarik dengan si friendster itu. Beberapa rekan yang saya kirimkan pun sepertinya tidak menunjukkan rasa ketertarikan yang tinggi. Bahkan salah satu rekan sejawat sempat nyeletuk, “Kok isinya orang Filipina semua sih di?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat ditilik-tilik, orang filipina lah yang banyak menghiasi daftar teman-teman di profile-nya teman saya itu. Orang indonesianya, hanya 10 saja!! Tapi bulan februari 2004, friendster mulai merebak di Jakarta. Teman saya yang kebetulan sedang kuliah di London mengirimkan ajakan untuk masuk ke friendster. Karena saya sudah masuk, maka tinggal mencari teman-teman lainnya layaknya jalur MLM alias &lt;em&gt;multi level marketing&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, walau saya yang duluan masuk friendster, tapi jumlah friend’s list saya belum beranjak dari angka 60. Sedangkan teman-teman saya sudah 100 bahkan 200!! Memang gila…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya justru malah balik berpikir. Apa sih yang sebenarnya teman-teman saya cari (termasuk kakak saya yang juga sangat bingung, apa yang didapat dari friendster?) ? Ada yang bilang, ya senang aja ketemu orang baru. Ada juga yang penasaran, “Siapa tahu dapat jodoh”. Namun ada juga yang bertemu dengan teman lamanya yang dulu entah hilang kemana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya juga hanya merasa iseng-iseng belaka saja. Tapi ternyata, saya juga menemukan teman SMA saya yang tak ketahuan rimbanya. Senang? Tentu saja. Bayangkan saja, 11 tahun kita terpisahkan, tanpa saya tahu keberadaan dia, dan sekarang saya bisa tahu dia berada dimana. &lt;em&gt;Isn’t that nice&lt;/em&gt;? ;)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108874898737213980?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108874898737213980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108874898737213980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108874898737213980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108874898737213980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/07/friendster-mania-teknologi-cepat_01.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108307650131809947</id><published>2004-04-27T07:09:00.000-07:00</published><updated>2004-04-27T07:40:40.170-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;It’s Time to Get Married!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah sunnah Rasul. Ya paling tidak begitulah ajaran bagi kaum muslim. Tapi bagaimana kalau jodoh yang dicari tak kunjung tiba? Eh tapi, benarkah jodoh harus dicari? Harusnya malah ditemukan! Paling tidak begitulah seorang bijak pernah berkata (saya sendiri lupa siapa yang mengatakan hal tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keinginan untuk menikah atau tepatnya mempunyai pasangan baru disadari tatkala kita (atau lebih tepatnya saya) benar-benar sendiri. Paling tidak itu menurut diri saya pribadi. Dulu, sewaktu ibu masih ada, saya sendiri agak-agak &lt;em&gt;cuek&lt;/em&gt; dengan soal menikah. Yang justru ribut itu malah para tetangga. Heran juga! Ya, paling tidak, dalam kacamata saya, mereka bisa jadi memberi perhatian lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masalahnya, kebutuhan untuk mencari pasangan itu baru benar-benar terpikirkan saat ibu sudah tidak ada. Bayangkan saja, kalau sebelumnya, semua urusan rumah itu diurusi oleh ibu, sekarang tidak lagi. Sayalah yang harus ambil tugas tersebut. Sebagai perempuan satu-satunya, secara tidak langsung, masalah rumah tangga, mulai dari urusan belanja harian, bulanan sampai urusan pompa air yang rusak harus saya &lt;em&gt;handle&lt;/em&gt;. Belum lagi kalau pembantu tiba-tiba pengen berhenti kerja hanya gara-gara diiming-iming untuk pindah ke tempat lain dengan gaji yang lebih tinggi. Wah, sudah pasti sakit di kepala semakin nambah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah saya baru merasa bahwa sesungguhnya tidak mudah untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Dibutuhkan &lt;em&gt;art&lt;/em&gt;! Betul. &lt;br /&gt;Tapi dari semua itu, ternyata saya butuh pendamping. Setidaknya, dalam opini saya, dengan mempunyai pendamping, ada orang untuk berbagi segala hal yang banyak melintas di benak. Dulu, cuma ibu satu-satunya orang yang menjadi tempat untuk berbagi. Sepertinya semua rahasia saya dipegang oleh ibu hingga ikut masuk ke dalam makamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya saya berpikir, &lt;em&gt;like I’m the only one who have the problems, like I’m the only one on the planet&lt;/em&gt;. Gimana tidak? Sepertinya semua teman saya sudah punya kegiatan masing-masing. Contohnya aja minggu lalu. Hampir semua teman yang saya hubungi rata-rata sudah punya acara. Yang sudah menikah, jalan-jalan bersama isteri atau suami plus anak-anaknya. Yang sudah punya pacar, pastinya malam mingguan donk. Nah di situ saya benar-benar merasa sendirian! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata saya nggak sendirian. Karena teman-teman saya (yang masih sendiri) mulai mengeluh bete, suntuk, sendiri dan banyak lagi. Dan ujung-ujungnya mereka minta cariin pasangan! Weleh-weleh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saya tersadar kalau banyak teman perempuan (mulai) merasa perlu mencari pasangan hidup saat mereka sendiri. Ada satu buku yang menuliskan tentang bagaimana menemukan jodoh. Sudah sedemikian sulitkah orang untuk mencari &lt;em&gt;soulmate&lt;/em&gt; si belahan jiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya fenomena apa yang sedang terjadi? Kok ya bisa-bisanya, semua perempuan tersadar akan perlunya pendamping. Usianya juga hampir sama, rata-rata sekitar 33 tahun. Apa ini yang namanya krisis umur 30-an? Wah nggak jelas juga. &lt;em&gt;But at least&lt;/em&gt;, setidaknya saya tahu, kalau semua teman perempuan saya (memang) ingin punya pendamping. Syukur-syukur bisa sampai ke pelaminan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, sekarang sudah ada 4 orang yang minta dicariin teman untuk bisa dijadikan pasangan. Trus, &lt;em&gt;Where do I have to find them&lt;/em&gt;? @&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108307650131809947?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108307650131809947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108307650131809947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108307650131809947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108307650131809947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/04/its-time-to-get-married-menikah-adalah.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-108169726274953843</id><published>2004-04-11T07:54:00.001-07:00</published><updated>2004-04-11T08:37:45.983-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Buang Sembarangan?? &lt;em&gt;No W&lt;/em&gt;ay!!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada dua hal--perilaku--yang amat sangat saya benci. Melihat orang membuang sampah dengan semena-mena, dan (maaf) buang ludah sembarangan. Ihhh... Biasanya, kalau ada orang yang meludah, dengan kecepatan se-per-sekian detik, mata saya langsung terpejam. Kalau pun tidak, wajah saya sudah bertolak 90 derajat ke arah berlawanan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti itu sebenarnya sudah sering saya alami. Sebagai pengguna angkutan umum, saya bisa melihat kelakuan seperti itu. Tapi, biasanya, dua perilaku tersebut biasanya dilihat pada orang yang berbeda-beda dalam waktu yang juga tidak bersamaan. Hanya saja, dua hal tersebut pernah saya alami dalam waktu bersamaan dan dilakukan oleh orang yang sama!! Wah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat naik bis beberapa waktu lalu, seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, tiba-tiba terbatuk. Persoalan akan selesai kalau saja si ibu itu hanya mengoleskan minyak angin di lehernya saja. Ya, paling banter, bau-bau minyak angin di bis ber-AC masih bisa dimaklumi. Tapi, yang kemudian menyebalkan, dengan entengnya, beliau meludah di lorong bis itu!! Duh, &lt;em&gt;please&lt;/em&gt; deh!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai melakukan hajatnya itu, ia pun lantas menenggak segelas air minum dalam kemasan. Dan, dengan santainya, beliau membuang gelasnya di lantai bis... Waduhhhhhhhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga tau kenapa ya, tapi sepertinya masih banyak dari kita yang tidak terlalu peduli dengan masalah tersebut. Saya sebenarnya sering iri dengan negara-negara lain yang negaranya jauh lebih kecil tapi tidak terlalu bermasalah dengan dua hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura deh ambil mudahnya. Meski menurut beberapa orang puntung rokok sudah bisa ditemui di pedestrian di kota Singa tersebut, namun kotanya masih saja terlihat bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, kita memang harus sedikit berlaku 'kejam' untuk urusan kebersihan itu. Bagaimana Jakarta mau terlihat cantik, kalau kelakuan orang-orangnya gak cantik juga??? Ya, kalaupun tidak berlaku kejam, mungkin mendisiplinkan diri sendiri malah lebih mudah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri mencoba untuk tidak melakukan &lt;em&gt;those two terrible thi&lt;/em&gt;ngs. Kalau untuk membuang ludah, terus terang saya paling nggak bisa. Bagi saya, membuang air liur itu harus di kamar mandi!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampah, kalau pun saya tidak menemukan tempat sampah--which is sangat sulit untuk ditemukan, baik itu di angkutan umum atau pedestrian--maka bekas makanan, minuman ataupun buah yang dimakan saya bungkus dengan tissue dan disimpan di pinggir tas. Begitu nemu tempat sampah, baru deh bungkusan tersebut dibuang. Kalau nggak nemu juga, ya pastinya sampah itu ikut terbawa sampai kantor, atau malah sampai rumah!!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak,dengan begitu saya masih bisa mengurangi sedikittttt sampah di Jakarta ini. &lt;em&gt;Bener gak&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-108169726274953843?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/108169726274953843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=108169726274953843&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108169726274953843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/108169726274953843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/04/buang-sembarangan-no-way-setidaknya.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6627796.post-107943439333794748</id><published>2004-03-16T02:19:00.000-08:00</published><updated>2004-03-16T02:59:02.746-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Maap... Ngga tahu!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling sebel kalau mau nanya alamat atau nama sebuah jalan, tapi yang ditanya nggak tahu! Apalagi kalau tiba-tiba yang ditanya itu bilang, "Maaf, saya orang baru di sini..." Waduh.... tambah pusing. Begitu juga kalau naik taksi, trus supirnya masih baru. Jadilah saya menjadi penunjuk jalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya, saya termasuk orang yang jarang tanya-tanya soal alamat. Karena biasanya, kalau saya mau pergi ke tempat antah berantah, maka saya selalu nyiapin peta. Jadi nggak perlu bingung, apalagi pusing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, entah kenapa kok kayaknya justru saya yang kerap ditanya sama orang. Mulai dari bis yang menuju Blok M, Kota, Bekasi sampai nanya sebuah gedung! Bukan mau pamer, tapi berhubung sudah sering kelayapan, jadi saya tahulah daerah-daerah yang dimaksud. Dengan begitu ya sedikit-sedikit saya jadi bisa nunjukin jalan deh.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, sebenarnya, kondisi yang saya maksud itu lebih banyak terjadi di kota besar. Di saat orang sudah semakin cuek dan nggak pedulian dengan sekitarnya. Ya, jadi gitu deh kejadiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibandingin dengan pedesaan, kayaknya kejadian itu gak bakalan ada deh. Paling nggak, saya pernah ngalamin hal itu. Kejadiannya, waktu harus datang ke pesta pernikahan salah seorang tetangga. Berhubung dia pihak cowok, jadi pestanya diadakan di rumah mempelai wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski rumahnya masih deket dengan rumah saya, tapi terus terang, saya nggak paham jalannya. Maklum saja, terakhir saya ke daerah tersebut sudah hampir 10 tahun! Pastinya banyak hal yang sudah berubah. Nah, daripada sesat di jalan, akhirnya saya tanya sama cewek yang baru saja melintas di depan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya cuma tanya tempat yang sedang melangsungkan pernikahan. N guess what? Tanpa ba-bi-bu lagi, dengan santainya dia menunjukkan tempat yang dimaksud. Dan benar!! Gila kan... Padahal, saya kan belum kasih tahu namanya.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saat itu saya langsung takjub banget. Soalnya, jarang-jarang saya ngalamin hal itu. Tapi, the point is, mereka justru lebih peduli dengan sekitarnya. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6627796-107943439333794748?l=dysari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dysari.blogspot.com/feeds/107943439333794748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6627796&amp;postID=107943439333794748&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/107943439333794748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6627796/posts/default/107943439333794748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dysari.blogspot.com/2004/03/maap.html' title=''/><author><name>dysari</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
